Besok, Istana Merdeka bakal ramai. Presiden Prabowo Subianto akan menyambut tamu-tamu istimewa: para ulama, tokoh agama, dan pimpinan ormas Islam. Acaranya? Silaturahmi sekaligus buka puasa bersama. Sepertinya ini jadi tradisi yang ingin dijaga di awal masa pemerintahannya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengonfirmasi rencana itu usai bertemu presiden, Rabu siang.
"Jadi begini, ya itu juga kan biasa Bapak Presiden mengundang tokoh-tokoh agama, ulama untuk buka puasa besok," ujarnya.
Nasaruddin menambahkan, undangan juga menyasar para pengasuh pondok pesantren. Tentu, jumlahnya menyesuaikan kapasitas ruangan yang ada di istana.
"Ya alhamdulillah seperti biasa, seperti yang diundang itu tokoh-tokoh agama, ya ormas-ormas Islam, pimpinan-pimpinan pondok (pesantren) sesuai kapasitas yang ditampung oleh ruangan yang ada," jelasnya.
Pertemuan hari Rabu itu juga dihadiri Ketua MPR Ahmad Muzani. Menurut Muzani, pertemuan besok bukan sekadar acara seremonial belaka. Bisa jadi, Prabowo akan meminta masukan dari para tokoh terkait satu isu penting.
"Pada prinsipnya presiden sangat terbuka terhadap pemikiran dan pandangan dari semua para pemimpin masyarakat, pemimpin bangsa," kata Muzani.
Ia melanjutkan, "Sehingga besok juga bagian dari upaya itu, presiden ingin mendengarkan pandangan-pandangan meskipun juga presiden nanti akan menyampaikan pandangan beliau tentang, cara pandangan beliau terhadap persoalan ini (Board of Peace)."
Jadi, selain menjalin keakraban, agenda buka puasa bersama ini kemungkinan akan menyentuh pembahasan soal posisi Indonesia di Board of Peace. Sebuah langkah awal yang menarik untuk disimak.
Artikel Terkait
Timnas U-17 Indonesia Tersingkir Usai Imbang Lawan Vietnam
Menteri ATR Serukan NU Perkuat Peran Konkrit dan Fokus pada STEM
Prabowo Sidak Gudang Bulog Magelang, Cek Stok dan Berbaur dengan Karyawan
Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai Kemajuan Signifikan