Ini bukan sekadar proyek fisik belaka. Menurut Pramono, pembangunan museum merupakan bagian dari upaya serius untuk menjaga warisan budaya. Di sisi lain, ia juga berkomitmen untuk menata ulang fasilitas kebudayaan lain yang sudah ada. Beberapa museum di Jakarta akan direvitalisasi agar lebih menarik dan bisa benar-benar mewakili sejarah yang diceritakannya.
Respons dari warga yang hadir terlihat positif. Antusiasme itu jelas terasa, menambah semaraknya puncak perayaan Cap Go Meh tahun ini. Perhelatan itu sendiri sukses memadukan keindahan budaya Tionghoa dengan kearifan lokal Betawi, menciptakan sebuah harmoni yang memukau.
Pengumuman di tengah perayaan ini seperti penegasan. Bahwa pelestarian sejarah adalah langkah nyata untuk merawat masa depan ibu kota.
Artikel Terkait
Polda Banten Siapkan Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera sebagai Jalur Alternatif Truk Saat Mudik
Pemprov DKI Siap Ikuti Aturan Pusat untuk THR ASN
KPK Tahan Bupati Pekalongan Tersangka Korupsi Tender dengan Modus Lebih Maju
JPO Sarinah yang Direvitalisasi Kembali Dibuka, Fasilitas Disabilitas Jadi Fokus