"Masih menyukai, karena kan baru seminggu ini ya. Ya mudah-mudahan ya nanti," katanya. "Anak-anak sih bilangnya, 'Bu maunya yang ini Bu, yang kayak biskuit-biskuit yang praktis gitu', yang maksudnya sampai rumah itu bisa langsung dimakan Magrib gitu ya."
Cerita serupa datang dari salah satu wali kelas. Rosiawati, yang akrab disapa Bu Rosi, mengajar di kelas 2. Ia menceritakan, anak-anak didiknya justru meminta MBG diberikan tiap hari.
"Mereka senang sekali ya. Malah mereka, 'Bu, Selasa bisa lagi nggak?' Gitu," tutur Rosi sambil tertawa.
Menurut pengamatannya, anak-anak memang menyukai sajian dari SPPG Polri Palmerah, termasuk menu khusus Ramadan. Ada satu hal yang jadi perhatian khusus para orang tua selama puasa: mereka lebih memilih menu kering yang tahan lama hingga waktu berbuka tiba.
Permintaan itu, kata Rosi, tampaknya dipahami betul oleh pihak penyelenggara.
"Mereka sih suka ya kalau dilihat ya. Kadang sebelum puasa kemarin 'Wah, menunya enak', gitu ya, enak sekali begitu kalau kebetulan mereka suka begitu ya," jelasnya. "Iya, menu kering itu karena bisa tahan lama kan."
Jadi, program sederhana ini ternyata membawa dampak berantai. Dari murid, guru, hingga ke dapur rumah tangga. Semangat belajar bertambah, dan sedikit beban ekonomi pun terkurangi. Sebuah langkah kecil yang rasanya begitu berarti.
Artikel Terkait
Menteri Sosial Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Papua Barat
OJK Geledah Mirae Asset Sekuritas Terkait Dugaan Manipulasi IPO BEBS
Anggota DPRD DKI Soroti Pak Ogah Sebagai Pemicu Tambahan Kemacetan dan Ancaman Keselamatan
Menteri ESDM Tegaskan Stok BBM Aman, Keterbatasan di Kapasitas Penyimpanan