Di tengah ketegangan yang masih menyelimuti Timur Tengah, Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan klarifikasi soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto. Usai serangan AS dan Israel ke Iran, Prabowo disebut siap turun tangan sebagai penengah. Namun begitu, tawaran itu punya satu syarat utama.
Kedua belah pihak Amerika Serikat dan Iran harus sepakat dulu untuk duduk berunding. Tanpa itu, semuanya percuma.
"Ya, seperti yang disampaikan bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan, ya kita, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator," ujar Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa lalu.
Dia melanjutkan, "Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu (tak ingin ada negosiasi), ya kita kembalikan kepada mereka."
Intinya, Indonesia memang punya niat. Mereka menawarkan diri, menunjukkan kesiapan untuk jadi jembatan di tengah perbedaan yang tajam itu. Menurut Sugiono, posisi Indonesia jelas: ingin mendamaikan, ingin membantu menurunkan eskalasi. Tapi semua kembali pada kemauan politik dari Washington dan Tehran.
Artikel Terkait
Andre Rosiade Bagikan 3.000 Sembako dan Janjikan Perbaikan Infrastruktur di Lima Puluh Kota
DPR Desak Pemerintah Tingkatkan Ketahanan Energi dan Pangan Jelang Eskalasi Timur Tengah
Gubernur DKI Umumkan Rencana Pembangunan Museum Peranakan Tionghoa di Glodok
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling Senilai Rp183 Miliar di Tanjung Priok