Mantan Menlu Hassan Wirajuda Soroti Syarat Kunci Mediasi Indonesia di Konflik Iran-AS

- Rabu, 04 Maret 2026 | 09:00 WIB
Mantan Menlu Hassan Wirajuda Soroti Syarat Kunci Mediasi Indonesia di Konflik Iran-AS

"Memang kawasan ini menjadi lahan perang dan perang-perang besar yang membawa dampak besar bagi dunia karena sumber minyak dan gas banyak berasal dari wilayah ini," jelas Hassan. Implikasinya jelas global.

Sebelumnya, Prabowo sendiri sudah menyatakan kesiapannya. Lewat siaran resmi Kemenlu, pemerintah Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan AS-Iran yang berujung eskalasi militer. Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan diplomasi.

Pernyataan itu juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan tiap negara dan menyelesaikan masalah dengan cara damai.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," bunyi pernyataan Kemenlu.

Langkah ini disebut sebagai wujud komitmen Indonesia pada politik luar negeri bebas aktif. Stabilitas global jadi taruhannya, apalagi ketegangan di Timur Tengah berpotensi menggoyang perdamaian dunia. Tapi sekali lagi, niat saja tidak cukup. Semuanya kembali pada syarat-syarat yang tadi disebutkan Hassan Wirajuda. Penerimaan dari pihak yang bertikai adalah kunci pertama yang sejauh ini belum terlihat.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar