"Saya tidak ingin memperpanjang karena itu saya kira Pak Prabowo akan bisa sangat sempurna menjelaskannya tapi poin pembicaraan kita seputar itu BoP dan kesiagaan kesiapan Indonesia untuk menghadapi situasi politik dunia yang saat ini sedang memanas," sambung Muzammil.
Pertemuan yang digelar di Istana Merdeka itu memang menghadirkan banyak wajah familiar. Dari kalangan mantan presiden, hadir Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi). Dari jajaran wapres, datang Jusuf Kalla, Boediono, hingga Ma'ruf Amin. Lengkap sudah.
Para ketum partai politik juga memenuhi undangan. Surya Paloh (NasDem), Muhaimin Iskandar (PKB), Zulkifli Hasan (PAN), dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari Demokrat, semua terlihat hadir.
Tidak ketinggalan, sejumlah menteri kunci dan pejabat tinggi negara. Dari Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Dari Kepala BIN Herindra sampai Jaksa Agung ST Burhanuddin juga ada.
Dari lembaga legislatif, Ketua DPR Puan Maharani hadir didampingi Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Ketua MPR Ahmad Muzani juga terlihat hadir dalam pertemuan yang berlangsung cukup intens itu.
Pertemuan ini, di luar segala formalitasnya, jelas punya pesan kuat: di tengau badai yang mungkin datang, Prabowo berusaha merajut kata dan sikap dari berbagai pihak. Langkahnya dipantau banyak mata, menunggu realisasi dari skenario-skenario yang dibicarakan di balik pintu tertutup Istana.
Artikel Terkait
Pakar Gizi Ingatkan Kiat Diet Sehat Saat Puasa Ramadan
Port Vale Lolos ke Putaran Kelima Piala FA Usai Singkirkan Bristol City
4 Maret dalam Catatan Sejarah: Dari Penobatan Frederick I hingga Berdirinya Batavia
DPR Desak Pemerintah Lindungi PMI di Timur Tengah yang Memanas