“Kita berhitung semua, apa efeknya buat kita. Dari sisi itu saja sudah kompleks. Lalu ada juga kalkulasi durasi perang. Semula dikatakan hanya beberapa hari, sekarang mungkin beberapa minggu,” ujarnya.
“Tapi kalau misalnya Amerika mengerahkan pasukan darat, bisa jadi lebih panjang lagi. Reaksi dan perlawanan di negara-negara sekitar Timur Tengah juga akan membesar. Alhasil, perang bisa berlarut-larut.”
Dilema yang dirasakan Indonesia ini, tutur Hasan, sebenarnya juga dialami banyak negara lain. Mungkin karena itulah Prabowo merasa perlu menyampaikan langsung tantangan berat ini dalam forum dialog dengan para tokoh senior.
“Selanjutnya, ya, masing-masing kami mencoba memberi kontribusi pemikiran. Presiden sangat terbuka dalam menanggapi usul dan masukan dari para peserta,” pungkas Hasan.
Sebelum pertemuan berlangsung, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sempat memberi konfirmasi. Ia mengatakan Prabowo sengaja mengundang sejumlah tokoh untuk meminta pandangan mereka soal kondisi terkini.
Teddy enggan merinci agenda spesifik saat ditanya wartawan. Tapi satu hal pasti: semua isu terkini, termasuk dinamika geopolitik yang panas, akan tersentuh.
“Ini untuk diskusi dan silaturahmi, saling bertukar pandang. Bapak Presiden ingin bertukar pandang dengan tokoh-tokoh tersebut,” kata Teddy di tempat yang sama, Selasa siang.
“Semuanya akan dibahas. Pertemuan kan belum mulai,” tutupnya.
Artikel Terkait
Polisi Burut Tiga Anggota Jaringan Narkoba Usai Tangkap Bos Utama
Mega Maryati Gelar Pesta Ultah Mewah sebagai Self Reward di Usia 28
AS Tegaskan Tak Bisa Evakuasi Warga dari Israel, Imbau Buat Rencana Mandiri
Mantan Jenderal Soroti Peran Intelijen di Balik Serangan AS-Israel ke Iran