AS Tegaskan Tak Bisa Evakuasi Warga dari Israel, Imbau Buat Rencana Mandiri

- Rabu, 04 Maret 2026 | 04:15 WIB
AS Tegaskan Tak Bisa Evakuasi Warga dari Israel, Imbau Buat Rencana Mandiri

YERUSALEM Situasi di kawasan itu makin panas. Eskalasi perang antara Iran dan AS memicu serangan rudal yang tak hanya menyasar Israel, tapi juga sejumlah negara Teluk. Di tengah kondisi genting ini, respons pemerintah terhadap warganya sendiri ternyata beragam. AS, misalnya, mengambil sikap yang cukup berbeda.

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem secara terbuka menyatakan mereka tidak bisa mengevakuasi warga negaranya. Intinya, warga AS yang ingin keluar dari Israel harus menyusun rencana sendiri.

“Kedutaan Besar AS saat ini tidak dalam posisi untuk mengevakuasi atau secara langsung membantu warga Amerika untuk meninggalkan Israel,”

Demikian pernyataan Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, yang disampaikan lewat platform X, seperti dilaporkan Associated Press. Tegas dan tanpa basa-basi.

Dalam peringatan keamanan (Security Alert) yang dikeluarkan tanggal 2 Maret 2026, Kedubes juga memerintahkan seluruh pegawai pemerintah AS beserta keluarganya untuk tetap ‘shelter in place’ atau berlindung di tempat sampai ada pemberitahuan lebih lanjut. Ini jelas menggambarkan tingkat kekhawatiran yang tinggi.

Meski begitu, mereka memberikan informasi. Disebutkan bahwa Kementerian Pariwisata Israel mengoperasikan shuttle bus menuju Perlintasan Perbatasan Taba di Mesir. Titik kumpulnya ada di Herzliya, Haifa, Yerusalem, dan Tel Aviv. Perlintasan Taba sendiri disebut beroperasi 24 jam, tapi ya, kondisi keamanan bisa berubah kapan saja.

Dari sana, penumpang bisa lanjut ke Eilat lalu menyeberang ke Yordania lewat Yitzhak Rabin Border Crossing. Hanya saja, Kedubes AS dengan jelas menegaskan: mereka tidak merekomendasikan dan tidak menjamin keselamatan bagi warga yang memilih opsi ini. Pilihan penerbangan dari Mesir dan Yordania pun dikabarkan sangat terbatas.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar