Denpasar – Di sela jadwal balap yang super padat, dua pembalap Honda HRC Castrol, Joan Mir dan Luca Marini, menyelami langsung kekayaan budaya Bali. Mereka menghabiskan dua hari, Senin dan Selasa (2-3 Maret), untuk merasakan atmosfer Pulau Dewata yang jauh dari bisingnya sirkuit.
Bagi Mir, juara dunia MotoGP 2020, momen yang paling berkesan adalah ketika ia ikut menari Kecak. Ia terpukau dengan kebersamaan yang tercipta dalam pertunjukan itu. "Saya sangat menikmati momen di sini," ujarnya.
Di Denpasar, Selasa, Mir bercerita lebih lanjut. "Di tengah-tengah kesibukan MotoGP, ini benar-benar pengalaman yang berbeda. Budayanya menarik, tariannya memukau, dan orang-orangnya sangat ramah."
Hari sebelumnya, Mir dan Marini tak cuma menonton. Mereka langsung bergabung dengan sekitar tiga puluh penari. Dengan serempak, mereka ikut meneriakkan "cak" yang ritmis, sambil belajar gerakan dari para seniman lokal.
Namun begitu, pengalaman Marini tak kalah dalam. Pembalap asal Italia itu diajak melihat proses pembuatan ogoh-ogoh di Banjar Kaja Sesetan, menyambut Nyepi. Detail dan ukuran raksasa patung itu benar-benar membuka matanya.
"Luar biasa tradisi yang mereka jaga di Bali," katanya penuh apresiasi.
Marini tampak antusias mendengarkan penjelasan para perajin. "Mereka menjelaskan karyanya dengan sangat detail. Seru juga bisa bertemu dengan para bikers di sini. Terima kasih atas sambutan yang hangat."
Artikel Terkait
Polisi Bogor Bagikan Sembako dan Imbau Warga Waspada Penipuan Jelang Ramadan
Presiden Prabowo Pimpin Diskusi Kebangsaan, Didampingi Jokowi dan SBY
Trump Akui Dialah yang Dorong Israel Serang Iran
Polisi Bekasi Amankan 41 Kilogram Ganja yang Diselundupkan dalam Serbuk Kopi