"Pasar dan UMMM itu indikator penting pergerakan ekonomi daerah. Ketika keduanya kembali hidup, maka harapan pemulihan ekonomi masyarakat semakin nyata," ujar Tito dalam sebuah keterangan tertulis.
Di sisi lain, pemerintah juga memberikan angin segar berupa keringanan bunga. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan para debitur penyintas bakal dapat relaksasi bunga KUR untuk dua tahun ke depan.
Skemanya cukup ringan. Untuk tahun 2026 ini, bunganya nol persen. Tahun depan, 2027, naik bertahap jadi 3%. Baru di 2028 nanti bunganya kembali normal ke level 6%.
"Tahun pertama ini bunganya kita nol kan, di 2026. 2027 3% dan 2028 baru kembali ke 6%," jelas Airlangga.
Kebijakan ini diharapkan bisa meringankan beban sekaligus memberi ruang bernapas lebih lega bagi para pelaku usaha yang sedang berjuang bangkit pasca bencana.
Artikel Terkait
Trump Klaim Fasilitas Militer Iran Hancur, Ratusan Warga Mengungsi ke Pakistan
Trump Klaim Serangan AS Hancurkan Angkatan Laut dan Udara Iran
Korlantas Polri Luncurkan Lagu Mudik Tertib, Ojo Kesusu untuk Kampanye Keselamatan
Jungkook BTS Buka Suara Soal Kekecewaan ke HYBE dalam Live Kontroversial