Proses pengumpulan bukti sendiri ternyata belum sepenuhnya usai. Budi menyebut sebagian barang bukti masih dalam perjalanan dari lokasi kejadian menuju Jakarta. "Beberapa barang bukti ini juga memang masih dalam perjalanan ya, karena memang tim ini sedang bergerak ya dari Pekalongan ke Jakarta," jelasnya.
Lantas, apa yang melatarbelakangi operasi mendadak ini? KPK mengungkapkan bahwa OTT tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Pekalongan.
"Adapun dugaan tindak pidana korupsi dalam peristiwa tertangkap tangan ini adalah berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa (PBJ), salah satunya terkait dengan PBJ outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan," papar Budi Prasetyo.
Dari operasi tersebut, total sebelas orang diamankan dan dibawa ke KPK. Selain sang bupati, nama Sekda Kabupaten Pekalongan, Mohammad Yulian Akbar, juga turut dicokok. Mereka berasal dari unsur ASN dan juga pihak swasta yang diduga terlibat.
Artikel Terkait
Trump Klaim Fasilitas Militer Iran Hancur, Ratusan Warga Mengungsi ke Pakistan
Trump Klaim Serangan AS Hancurkan Angkatan Laut dan Udara Iran
Korlantas Polri Luncurkan Lagu Mudik Tertib, Ojo Kesusu untuk Kampanye Keselamatan
Jungkook BTS Buka Suara Soal Kekecewaan ke HYBE dalam Live Kontroversial