Prancis Perkuat Arsenal Nuklir, Tambah Jumlah Hulu Ledak

- Selasa, 03 Maret 2026 | 19:30 WIB
Prancis Perkuat Arsenal Nuklir, Tambah Jumlah Hulu Ledak

Latar Belakang Kekhawatiran Eropa

Lalu, mengapa sekarang? Keputusan ini, sejujurnya, merefleksikan kegelisahan yang meluas di Eropa. Seberapa jauh mereka bisa mengandalkan "payung nuklir" Amerika Serikat? Pertanyaan itu menggantung sejak hubungan dengan Washington sempat memanas, misalnya saat mantan Presiden AS Donald Trump berniat membeli Greenland dari Denmark.

Walau sikap itu kemudian berubah, keraguan sudah terlanjur tertanam. Banyak pemimpin Eropa mulai mempertanyakan arah kebijakan AS ke depannya, bahkan setelah era Trump berakhir.

Menariknya, Kanselir Jerman Friedrich Merz pernah menyebut bahwa pesawat Angkatan Udara Jerman bisa saja digunakan untuk mengangkut bom nuklir milik Prancis. Pernyataan itu seperti membuka pintu bagi kolaborasi yang lebih nyata.

Ini adalah pertama kalinya Prancis memutuskan untuk menambah jumlah senjata nuklirnya sejak 1992. Sebuah langkah bersejarah yang menandai babak baru dalam postur pertahanan negeri Menara Eiffel itu, di tengah dunia yang rasanya semakin tidak stabil.

Disadur dari sumber berbahasa Inggris.

Editor: Rizki Nugraha

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar