Latar Belakang Kekhawatiran Eropa
Lalu, mengapa sekarang? Keputusan ini, sejujurnya, merefleksikan kegelisahan yang meluas di Eropa. Seberapa jauh mereka bisa mengandalkan "payung nuklir" Amerika Serikat? Pertanyaan itu menggantung sejak hubungan dengan Washington sempat memanas, misalnya saat mantan Presiden AS Donald Trump berniat membeli Greenland dari Denmark.
Walau sikap itu kemudian berubah, keraguan sudah terlanjur tertanam. Banyak pemimpin Eropa mulai mempertanyakan arah kebijakan AS ke depannya, bahkan setelah era Trump berakhir.
Menariknya, Kanselir Jerman Friedrich Merz pernah menyebut bahwa pesawat Angkatan Udara Jerman bisa saja digunakan untuk mengangkut bom nuklir milik Prancis. Pernyataan itu seperti membuka pintu bagi kolaborasi yang lebih nyata.
Ini adalah pertama kalinya Prancis memutuskan untuk menambah jumlah senjata nuklirnya sejak 1992. Sebuah langkah bersejarah yang menandai babak baru dalam postur pertahanan negeri Menara Eiffel itu, di tengah dunia yang rasanya semakin tidak stabil.
Disadur dari sumber berbahasa Inggris.
Editor: Rizki Nugraha
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi Kebangsaan, Hadirkan Pimpinan Parpol hingga Mantan Menteri
Iran Laporkan AS ke DK PBB Usai Serangan Tewaskan Ratusan Warga Sipil
Kasus Penganiayaan ART di Sunter Berakhir Damai, Korban dan Pelaku Saling Memaafkan
Panglima TNI AU Tekankan Transformasi Strategi Hadapi Ancaman Multidomain