"Bokap nyokap gue taunya gue ngekost, gak tau gue nakal," ucap Melaney. Kejadiannya begitu kritis sampai-sampai temannya harus menelepon orangtuanya. "Waktu dibawa ke rumah sakit, kalau something happened to me itu masa bokap nyokap gak ada."
Keadaannya saat itu benar-benar parah. "Karena waktu itu, gue udah berbusa mulutnya," sambungnya. Begitu tiba di rumah sakit, ia jujur pada dokter. "Sampai di rumah sakit bilang ke dokter, saya habis party, dan dokter tau itu kenapa."
Hubungannya dengan sang ayah dulu memang kerap memanas, penuh ego. Namun, melihat putri semata wayangnya terbujur lemas, amarah sang ayah justru lenyap. Yang tersisa hanya kesedihan yang dalam.
"Justru papa mama pas lihat gue di rumah sakit gak marah, ya diam aja," tutur Melaney. Diam itu justru lebih menyayat. "Justru itu, gue sebagai anak ngerasa failed sebagai anak dan mengecewakan orangtua."
Momen itu menjadi titik balik. "Itu terakhir kali aku ikut party dan segala macam, berhenti total." Ia menyadari itu adalah 'tamparan' dari Tuhan. Tapi dampaknya ternyata berkepanjangan.
"Gue juga alami masalah mental lumayan lama. Gue selalu merasa ketakutan, paranoid," akuinya. Pikirannya tak pernah berhenti bekerja, penuh kecemasan. "Otak gue terus mikir, capek, ketakutan, kejang-kejang." Efek dari malam nahas itu ternyata bertahan dua hingga tiga tahun, bahkan datang dan pergi. "Orang gak pernah tau, masih on off gue sakitnya."
Melaney yakin, doa orangtuanyalah yang menyelamatkannya. "Mungkin saat itu gue udah lewat, tapi mama papa gue itu doa sih," pungkasnya, menutup kisah yang meninggalkan bekas begitu dalam.
Artikel Terkait
Penyaluran KUR untuk Penyintas Bencana Sumatera Tembus Rp12,23 Triliun
Gedung Majelis Pakar Iran di Qom Diserang AS dan Israel di Tengah Masa Suksesi
Menpora dan NOC Indonesia Serius Tangani Dugaan Pelecehan di Pelatnas Panjat Tebing
Kuasa Hukum Sebut Nikita Mirzani Rugi Lebih dari Rp200 Miliar Akibat Kasus Hukum