Secara teknis, kemunculan ketiganya menciptakan gradien tekanan udara yang lebih tajam. Akibatnya, kecepatan angin di permukaan menguat dan massa udara jadi lebih terpusat. Kondisi ini makin diperparah oleh suhu permukaan laut yang hangat di selatan dan timur Indonesia, ditambah area pertemuan angin yang terbentang dari Bali sampai Nusa Tenggara Timur.
Lalu, daerah mana saja yang harus bersiap? Potensi hujan sedang hingga lebat mengintai Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Sementara angin kencang berpeluang menerjang wilayah yang lebih luas lagi, mencakup Bali, Yogyakarta, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, hingga pesisir selatan Papua.
Di sisi lain, kondisi perairan juga bakal terdampak. Ida Pramuwardani, Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, memperingatkan soal gelombang. Kategori sedang hingga tinggi (1,25–2,5 meter) berpotensi terjadi di Laut Flores, Laut Banda, Selat Sunda, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai.
Yang lebih serius, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter bisa saja menghantam Samudra Hindia barat Bengkulu sampai Lampung, perairan selatan Banten hingga Bali, Laut Sawu, selatan NTB dan NTT, serta Laut Arafura. Ini jelas jadi perhatian khusus buat para nelayan dan pengguna transportasi laut.
BMKG memastikan pemantauan akan terus dilakukan. Masyarakat diminta waspada, bukan hanya pada hujan lebat dan angin kencang, tapi juga pada dampak turunannya seperti banjir, genangan, atau tanah longsor di area rawan.
Intinya, situasinya perlu diikuti dengan cermat. Cek terus perkembangan info cuaca hanya melalui kanal resmi BMKG. Lebih baik siaga daripada menyesal.
Artikel Terkait
Pernyataan Alumni LPDP Soal Kewarganegaraan Anak Picu Debat Kontrak Sosial
Presiden Prabowo Gelar Pertemuan dengan Mantan Presiden dan Tokoh Senior Bahas Kondisi Terkini
Prancis Perkuat Arsenal Nuklir, Tambah Jumlah Hulu Ledak
Candil Berubah Jadi Dukun dalam Film Horor Komedi Setannya Cuan