Suasana hangat dan penuh tawa mengisi rumah dinas Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, di Jakarta Selatan, Senin (2/3) sore. Acara buka puasa bersama itu bukan sekadar jamuan makan. Lebih dari itu, jadi ajang silaturahmi yang dihadiri puluhan tokoh perempuan, ustadz, ustadzah, dan pimpinan ormas.
Menurut sejumlah saksi, nuansa kekeluargaan terasa begitu kental. Acara ini efektif banget untuk mempererat tali persaudaraan, khususnya di antara elemen ormas perempuan dan tokoh agama dari Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.
Dalam sambutannya, HNW sapaan akrabnya langsung menyampaikan terima kasih atas kehadiran para tamu. Tapi pesannya lebih dalam dari sekadar ucapan terima kasih. Dia menekankan, semangat silaturahmi jangan cuma hidup di bulan Ramadan saja.
Di sisi lain, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Dapil Jakarta II ini juga menyoroti isu-isu strategis. Salah satunya persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Dia menyoroti persoalan stunting yang menurutnya masih jadi tantangan besar. Angkanya masih berkisar 21,5 persen, butuh perhatian serius.
"Penyelesaiannya harus lewat keberpihakan penuh negara dan publik kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak sejak dalam kandungan sampai usia dua tahun. Masa emas atau golden age itu krusial," jelasnya.
HNW, yang saat itu didampingi sang istri Diana Abbas Thalib, mengungkapkan bahwa Komisi VIII sudah mendorong lahirnya Undang-Undang Pemberdayaan Ibu dan Anak. "Alhamdulillah sudah jadi undang-undang. Sekarang tinggal eksekusi optimal dari pemerintah," tegasnya.
Tak cuma itu, dia juga menyinggung soal perjuangan di DPR untuk meringankan beban masyarakat. Contoh konkretnya? Penurunan biaya haji.
Artikel Terkait
Sultan Cirebon Minta Dukungan Revitalisasi Keraton Kasepuhan ke Kemendikbud
ASDP Siapkan Strategi Penyebaran dan Diskon untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026
Presiden Prabowo Ngabuburit ke Museum Nasional, Apresiasi Revitalisasi Warisan Budaya
Menteri PUPR Targetkan Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi Dimulai Oktober 2026