murianetwork.com - Pada tahun 2084, bumi menjadi saksi kehancuran akibat perang nuklir.
Sisa-sisa dunia terbagi menjadi dua negara besar: Federasi Serikat Inggris (UFB) yang menguasai barat dan Koloni yang mendominasi timur.
Dalam konteks ini, muncul sebuah kisah epik yang menakjubkan, yakni Total Recall (1990), sebuah film fiksi ilmiah yang mengajak penontonnya melintasi batas-batas realitas dan imajinasi.
Baca Juga: Ramalan Shio Tikus Hari Minggu, 7 Januari 2024: Ide Cemerlang Mengalir Begitu Lancar
Film ini mengisahkan tentang Douglas Quaid (diperankan oleh Arnold Schwarzenegger), seorang pekerja pabrik di Koloni yang hidup dalam kebosanan rutinitas.
Namun, kehidupannya berubah drastis ketika ia memutuskan untuk mencari sensasi melalui Rekall, perusahaan yang menawarkan jasa implantasi ingatan buatan.
Quaid berkeinginan menyusup ke Mars sebagai seorang agen rahasia, meskipun tidak tahu mengapa Mars menjadi fokus obsesif dalam mimpinya.
Baca Juga: Brand Minyak Telon Ini Makin Harum dan Berkembang Lewat UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR
Namun, proses implantasi ingatan tidak berjalan sesuai rencana.
Quaid mulai mengalami serangkaian halusinasi dan mimpi buruk yang menakutkan.
Keadaan semakin rumit ketika ia menjadi target pembunuhan oleh pasukan bayaran yang dikirim oleh Cohaagen (diperankan oleh Marshall Bell), penguasa koloni yang kejam.
Terperangkap dalam dunia kacau ini, Quaid memulai perjalanan menyelidiki kebenaran tentang identitas dan masa lalunya.
Total Recall tidak hanya dikenal karena ceritanya yang menarik, tetapi juga karena kehadiran ensemble cast yang mengesankan.
Arnold Schwarzenegger memerankan karakter Douglas Quaid dengan kegagahan dan intensitas yang menghidupkan peran tersebut.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: blora.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Lovely Runner hingga Goblin: Deretan Drama Korea Paling Adiktif untuk Ditonton Ulang
Hanggini Umumkan Kelahiran Anak Pertama, Sempat Alami Keguguran Sebelumnya
Maia Estianty Larang Warganet Tanyakan Soal Kehamilan ke El Rumi dan Syifa Hadju: Itu Takdir, Bukan Konsumsi Publik
Prilly Latuconsina Jalani Misi Rescue Diver di Red Bull Cliff Diving 2026, Bertahan Lebih dari Dua Jam di Laut