Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, yang juga hadir, menjelaskan penyidikan dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation. Metode ini menggabungkan analisis balistik, pelacakan GPS, dan pemetaan jaringan pelaku. "Ini wujud konkret komitmen Kapolri untuk perlindungan lingkungan dan satwa liar," tegas Johnny.
Menurutnya, pembunuhan gajah ini bukan cuma meninggalkan duka di Riau. Rasa pilu itu menyebar ke seluruh Indonesia. Johnny menyampaikan harapan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Beliau berharap ini jadi momentum untuk menyatukan rasa dan sikap. Kolaborasi harus diperkuat untuk menjaga keberlangsungan satwa liar, sebagai bagian dari keamanan lingkungan yang utuh," tuturnya.
Gajah malang itu pertama kali ditemukan pada Senin (2/2/2026) malam. Kondisinya sungguh memilukan. Selain kepala dan belalai yang hilang, terdapat luka tembak di bagian tengkorak belakang. Sebuah akhir yang kejam untuk raksasa hutan Sumatera yang seharusnya dilindungi.
Artikel Terkait
BMKG Konfirmasi Gerhana Bulan Total Blood Moon Terlihat di Seluruh Indonesia 3 Maret 2026
Bayi Ditemukan di Pasar Nalo, Ibu Kandung Diamankan dalam Kondisi Sakit
BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Potensi Cuaca Ekstrem Melanda Sejumlah Daerah
Megawati Absen dari Silaturahmi Presiden Prabowo, PDIP Sebut Ada Agenda di Bali