"Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati," kata Budi.
Fadia dan beberapa pihak lain langsung dibawa ke Jakarta, tepatnya ke Gedung Merah Putih KPK, untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam. Sayangnya, KPK masih tutup mulut soal perkara spesifik yang menjerat sang bupati. Jenis barang bukti yang berhasil diamankan pun belum diungkap ke publik. Semuanya masih dalam tahap penyelidikan.
Siapa Fadia Arafiq?
Figur Fadia Arafiq sendiri cukup menarik. Lahir di Jakarta, 23 Mei 1978, ia adalah anak dari mendiang A Rafiq. Latar belakang pendidikannya cukup kuat: S1 Manajemen di Universitas AKI Semarang, lalu S2 di Universitas Stikubank Semarang. Tak berhenti di situ, politikus Golkar ini juga menyandang gelar doktor (S3) dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang.
Jalur karir politiknya berawal dari kursi Wakil Bupati Pekalongan untuk periode 2011-2016. Setelahnya, ia memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Pekalongan dan juga sempat menjabat sebagai Ketua KNPI Jawa Tengah.
Kini, Fadia sedang menjalani periode keduanya sebagai Bupati Pekalongan (2025-2030), setelah terpilih kembali. Sebuah posisi yang kini terancam oleh operasi senyap KPK.
Kejadian ini tentu meninggalkan tanda tanya besar. Bagaimana kelanjutan kasusnya? Dan apa dampaknya bagi peta politik di daerah tersebut? Waktu yang akan menjawab.
Artikel Terkait
SBY Peringatkan Ancaman Defisit APBN Ratusan Triliun Akibat Perang Timur Tengah
Uni Eropa Hadapi Dilema Hukum Internasional Usai Serangan AS-Israel Tewaskan Pemimpin Iran
Warga Banjarmasin Berbuka Puasa Pukul 18.42 WIB, Doa Mustajab di Saat Berbuka
Menteri KLHK Apresiasi Polri Usai 15 Tersangka Penembakan Gajah Sumatera Ditetapkan