JAKARTA – Partai Golkar akhirnya angkat bicara. Respons mereka datang setelah salah satu kadernya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, terjaring operasi tangkap tangan atau OTT oleh KPK. Sekjen partai, Sarmuji, tak bisa menyembunyikan rasa prihatinnya. Apalagi, Fadia dikenal sebagai putri dari penyanyi dangdut legendaris, A Rafiq.
"Kami tentu saja prihatin dan menyesal atas kejadian ini," ujar Sarmuji, Selasa (3/3/2026).
Suaranya terdengar berat. Di balik pernyataan singkat itu, ada pesan tegas yang ingin disampaikan partai berlambang pohon beringin ini.
Menurut Sarmuji, Golkar kembali mengingatkan seluruh kadernya terutama yang memegang jabatan di pemerintahan untuk bekerja sesuai koridor. "Kami meminta dengan sangat kepada seluruh kader yang memegang amanat pemerintahan untuk menjalankan pemerintahan sesuai koridor tata pemerintahan yang baik," tegasnya.
Ini jelas bukan insiden pertama. Dan partai tampaknya ingin mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Operasi Senyap di Pekalongan
Lantas, bagaimana kronologi penangkapan ini? Ternyata, OTT digelar KPK di Jawa Tengah tepat pada Selasa itu juga. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan kabarnya.
Artikel Terkait
SBY Peringatkan Ancaman Defisit APBN Ratusan Triliun Akibat Perang Timur Tengah
Uni Eropa Hadapi Dilema Hukum Internasional Usai Serangan AS-Israel Tewaskan Pemimpin Iran
Warga Banjarmasin Berbuka Puasa Pukul 18.42 WIB, Doa Mustajab di Saat Berbuka
Menteri KLHK Apresiasi Polri Usai 15 Tersangka Penembakan Gajah Sumatera Ditetapkan