Iran tak terima. Pemerintahnya melayangkan protes keras ke Kuwait, menyusul penjelasan resmi dari otoritas setempat soal insiden jatuhnya tiga jet tempur F-15 milik Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas menyatakan negaranya akan mengirim nota protes resmi terkait klaim penembakan itu.
Semua ini berawal dari pengumuman militer AS yang cukup mencengangkan. Mereka mengakui bahwa sistem pertahanan udara Kuwait yang notabene buatan Amerika sendiri ternyata secara tidak sengaja mencegat dan menembak jatuh ketiga pesawat tempur AS itu pada Minggu malam lalu. Sebuah kesalahan yang memalukan, tentu saja.
Di sisi lain, ada perkembangan lain yang justru datang dari Iran. Pangkalan Pertahanan Udara Khatam Al-Anbiya Iran pada Senin (2/3) lalu mengklaim hal serupa. Mereka menyebut Angkatan Bersenjata Iran berhasil menjatuhkan sebuah jet tempur F-15 AS yang canggih di dekat perbatasan dengan Kuwait. Jika klaim ini benar, ini adalah kali pertama dalam 27 tahun terakhir sebuah jet tempur AS ditembak jatuh.
Artikel Terkait
Menteri KLHK Apresiasi Polri Usai 15 Tersangka Penembakan Gajah Sumatera Ditetapkan
Hizbullah Serang Tiga Pangkalan Militer Israel, Balas Serangan ke Lebanon
Bapanas Targetkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 33 Juta Keluarga Tersalur Sebelum Lebaran 2026
Polisi Amankan Dua Penjual Bahan Peledak di Surabaya, Modus Jualan via Facebook dan WhatsApp