Dan ia tak berhenti di lima titik itu. Andre berjanji mengawal usulan tambahan sekitar 13 Sabo Dam baru pada 2025, seperti yang diminta pemkab. Titik-titiknya tersebar di sejumlah aliran sungai berisiko, seperti Batang Malalo.
Sinergi, kata dia, adalah kuncinya. Antara pusat, daerah, dan legislatif harus kompak. "Jangan ada ego sektoral. Apa yang kita lakukan hari ini adalah pesan bahwa negara hadir untuk rakyat," katanya.
Acara groundbreaking itu juga dihadiri sederet pejabat. Mulai dari Anggota Komisi V DPR Zigo Rolanda, Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wakil Bupati M Fadly, hingga perwakilan teknis Kementerian PU.
Bupati Eka Putra tak menyembunyikan rasa syukurnya. Namun, di balik apresiasi itu, ada keinginan yang mendesak. Kebutuhan akan infrastruktur pengendali lahar di wilayahnya masih sangat besar.
Harapannya, dukungan pemerintah pusat terus mengalir hingga semua titik rawan terlindungi. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.
Pernyataan Eka diamini oleh Zigo Rolanda. Anggota DPR RI ini menegaskan komitmennya untuk mengawal proses anggaran di Senayan. Mitigasi bencana, dalam pandangannya, harus dilakukan secara total, tidak boleh setengah hati.
Hari itu, di kaki Gunung Marapi, sebuah pekerjaan panjang dimulai. Sebuah ikhtiar kolektif untuk mengubah rasa was-was menjadi sedikit lebih tenang.
Artikel Terkait
Pemuda 21 Tahun Tertangkap Basah Curi Motor di Cipondoh, Rekannya Buron
Pemerintah Tetapkan THR ASN-TNI-Polri Cair Bertahap Mulai 26 Februari 2026
Polisi Ungkap Jaringan Perburuan Gajah Sumatera di Riau, 15 Tersangka Diamankan
Riset: Berburu Takjil Jadi Aktivitas Ngabuburit Paling Populer di Kalangan Anak Muda