"Sempat tidak ada kerjaan," ungkap Akrom tentang masa sulitnya.
Sekarang, sebagai tim memasak, ia bisa kembali menafkahi keluarga. Dan rasanya bukan cuma soal uang. "Minimal untuk saya pribadi, apa yang saya biasa lakukan bisa bermanfaat untuk anak-anak sekolah. Alhamdulillah untuk income... cukuplah," terangnya. Ada kepuasan batin yang ia dapat.
Menyadari para relawan juga berpuasa, manajemen SPPG pun menyesuaikan. Kepala SPPG Polri Palmerah, Mustaqim, menegaskan mereka tak membebani relawan dengan target kerja berat selama Ramadan.
"Kami memanajemen SDM dengan sebaik mungkin. Kami tidak memberikan beban kerja yang berat seperti hari biasa," jelas Mustaqim.
"Kami melaksanakan dengan jam kerja yang efisien, serta jam kerja yang kami majukan, sehingga mereka tetap bisa bekerja dengan nyaman, dan tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan maksimal," imbuhnya. Pola kerjanya dibuat lebih singkat namun tetap efektif.
Jadi, program ini tak sekadar bagi-bagi makanan. Ia seperti roda penggerak kecil yang menghidupkan semangat dan perekonomian warga di sekitarnya.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Jaringan Perburuan Gajah Sumatera di Riau, 15 Tersangka Diamankan
Riset: Berburu Takjil Jadi Aktivitas Ngabuburit Paling Populer di Kalangan Anak Muda
KSPSI dan KSBSI Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan dan PPRT di DPR
AS dan Israel Hancurkan Pusat Komando IRGC, Khamenei Dikabarkan Tewas