Sabtu lalu, suasana di kawasan Jermal, Medan, mendadak tegang. Polrestabes Medan bergerak untuk menggerebek sarang narkoba yang sudah lama bersemayam di sana. Tapi, yang dihadapi petugas bukan sekadar bandar. Mereka mendapat perlawanan sengit dari sejumlah warga. Bahkan, ada hal yang lebih memprihatinkan: anak-anak kecil diduga dikerahkan sebagai mata-mata untuk mengintai kedatangan polisi.
Jermal memang sudah punya reputasi buruk. Kawasan itu dikenal sebagai markas transaksi narkoba, tempat yang sudah bertahun-tahun jadi duri dalam daging bagi aparat. Makanya, penindasan kali ini bukan aksi spontan, melainkan langkah yang memang sudah direncanakan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, membenarkan hal itu dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (31/12).
Menurutnya, perlawanan dari oknum warga sudah jadi hal yang biasa. Mereka tak segan melempari petugas, menghalang-halangi penangkapan, bahkan berusaha merebut barang bukti dan memaksa polisi melepas tersangka yang sudah diamankan.
Artikel Terkait
Pulau Kiritimati dan Baker Island: Dua Kutub Waktu Perayaan Tahun Baru
Sore di Pantai: Saat Ombak Mengajarkan Arti Berhenti
Perang Petasan Gegerkan Perayaan Tahun Baru di Gowa
Malam Pergantian Tahun, Mamdani Resmi Pimpin New York dari Stasiun Bawah Tanah