Sementara itu, Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafli Yusuf Nugraha, mengungkap betapa rapi jaringan di sana. Sindikatnya terorganisir dengan baik, punya cara licik untuk mengelabui polisi.
Kekacauan pun terjadi. Saat penggerebekan, sebuah sepeda motor milik anggota polisi dibakar oleh warga. Pelakunya berhasil diamankan dan, tak mengejutkan, ternyata punya koneksi dengan bandar narkoba setempat.
Anak-Anak yang Jadi Mata-Mata
Yang paling menyedihkan adalah peran anak-anak dalam operasi haram ini. Rafli menduga kuat mereka sudah didoktrin oleh bandar untuk bertugas sebagai pemantau. Tugasnya sederhana: mengawasi dan memberi tahu jika ada orang asing atau aparat yang mendekat.
Kini, penyelidikan masih terus berlanjut. Polisi mendalami semua lini, mulai dari jaringan judi hingga narkoba, untuk memastikan seluruh pelaku bisa dibawa ke meja hijau. Persoalan di Jermal, tampaknya, masih jauh dari kata selesai.
Artikel Terkait
Seniman Angkat Kaki, Kennedy Center Berganti Nama dalam Kontroversi Politik
Happy New Clear 2026: Rizal Fadillah Ramal Badai Politik dan Titik Balik bagi Gibran
Jakarta Bernapas Lega: Pagi Pertama 2026 di Tengah Jalanan yang Sepi
Ragunan Lumpuh, Libur Tahun Baru Picu Antrean Mobil 1,3 Kilometer