Sabtu lalu, suasana di kawasan Jermal, Medan, mendadak tegang. Polrestabes Medan bergerak untuk menggerebek sarang narkoba yang sudah lama bersemayam di sana. Tapi, yang dihadapi petugas bukan sekadar bandar. Mereka mendapat perlawanan sengit dari sejumlah warga. Bahkan, ada hal yang lebih memprihatinkan: anak-anak kecil diduga dikerahkan sebagai mata-mata untuk mengintai kedatangan polisi.
Jermal memang sudah punya reputasi buruk. Kawasan itu dikenal sebagai markas transaksi narkoba, tempat yang sudah bertahun-tahun jadi duri dalam daging bagi aparat. Makanya, penindasan kali ini bukan aksi spontan, melainkan langkah yang memang sudah direncanakan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, membenarkan hal itu dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (31/12).
Menurutnya, perlawanan dari oknum warga sudah jadi hal yang biasa. Mereka tak segan melempari petugas, menghalang-halangi penangkapan, bahkan berusaha merebut barang bukti dan memaksa polisi melepas tersangka yang sudah diamankan.
Artikel Terkait
Seniman Angkat Kaki, Kennedy Center Berganti Nama dalam Kontroversi Politik
Happy New Clear 2026: Rizal Fadillah Ramal Badai Politik dan Titik Balik bagi Gibran
Jakarta Bernapas Lega: Pagi Pertama 2026 di Tengah Jalanan yang Sepi
Ragunan Lumpuh, Libur Tahun Baru Picu Antrean Mobil 1,3 Kilometer