Begitu kata Barbabella dalam pernyataannya yang dilansir AFP.
Jadi, menurut penjelasan resmi, ruam itu hanyalah efek samping dari sebuah perawatan pencegahan. Ruam ini terlihat saat Trump sedang memimpin upacara pemberian Medali Kehormatan. Acara itu berlangsung setelah akhir pekan yang sangat sibuk, di mana ia baru saja memerintahkan serangan militer AS ke Iran.
Ini bukan pertama kalinya penampilan fisik Trump memicu pertanyaan. Sebelumnya, ia pernah terlihat dengan memar di tangannya. Kala itu, pihak Gedung Putih menyebutnya sebagai hal yang wajar, terkait dengan konsumsi aspirin yang rutin dilakukannya.
Artikel Terkait
KSPSI dan KSBSI Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan dan PPRT di DPR
AS dan Israel Hancurkan Pusat Komando IRGC, Khamenei Dikabarkan Tewas
Pemerintah Tetapkan Sistem Satu Arah, Contra Flow, dan Ganjil-Genap untuk Mudik Lebaran 2026
Polisi Amankan 15 Tersangka Pembunuhan Gajah Sumatera di Konsesi RAPP