AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah, Iran Cari Bantuan Rudal ke Rusia dan China

- Selasa, 03 Maret 2026 | 10:45 WIB
AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah, Iran Cari Bantuan Rudal ke Rusia dan China

Dia menyertakan nomor kontak darurat: 1-202-501-4444 (dari luar AS) dan 1-888-407-4747 (dari dalam AS dan Kanada). Layanan itu tersedia 24 jam.

Sementara itu, dari kubu Iran, langkah lain sedang diambil. Menghadapi tekanan militer, dilaporkan Iran telah meminta bantuan kepada Rusia dan China. Ini bukan hal baru sebetulnya.

Menurut laporan dari Financial Times, pembicaraan untuk pengadaan sistem rudal canggih sudah berjalan sejak usai “Perang 12 Hari” dengan Israel pada pertengahan 2025. Yang menarik, negosiasi ini disebut tetap berlanjut bahkan setelah embargo senjata internasional diberlakukan kembali September lalu.

Sejarah sanksi terhadap Iran memang panjang. Negara itu dilarang melakukan perdagangan senjata legal selama bertahun-tahun, sebagai bagian dari tekanan global agar mereka mau bernegosiasi soal program nuklirnya.

Jalan keluar sempat terbuka lewat kesepakatan nuklir 2015. Saat itu, lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman setuju untuk mengakhiri embargo senjata setelah delapan tahun. Dan ketika masa itu berakhir pada Oktober 2023, Iran langsung bergerak cepat. Mereka dikabarkan memesan pesawat tempur dari Rusia dan rudal balistik dari China.

Namun begitu, masalah nuklir ini masih saja berlarut. Apalagi setelah Washington memutuskan menarik diri sepihak dari kesepakatan itu di tahun 2018. Kini, dengan konflik yang meluas, ketegangan bukan cuma soal perbatasan, tapi juga perlombaan senjata yang makin rumit.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar