Duduk di dalam, menurutnya, jauh lebih menguntungkan daripada berdiri di luar. Posisi itu memungkinkan Indonesia terus berperan sebagai juru damai, menjaga konsistensi sikap, dan memperkuat kredibilitas politik luar negeri. Bukan cuma simbol belaka, melainkan sarana nyata agar suara bangsa ini didengar dalam upaya menghentikan agresi dan menegakkan hukum internasional.
“Komisi I DPR RI mendukung agar pemerintah terus aktif,” sambung Dave. Peran itu harus didorong lewat jalur bilateral maupun multilateral, termasuk di PBB dan OKI, dengan sikap konsisten menolak agresi dan menjunjung hukum internasional.
Latar belakang desakan MUI ini adalah serangan besar-besaran. Pada Sabtu (28/2), AS dan Israel menyerang wilayah Iran. Puluhan bom dijatuhkan, salah satunya menghantam kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran.
Keesokan harinya, Presiden AS Donald Trump membuat pengumuman mengejutkan. Melalui Social Truth, platform medianya, Trump menyatakan Khamenei tewas dalam serangan tersebut.
“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” kata Trump, seperti dilansir AFP pada Minggu (1/3/2026).
Artikel Terkait
Kapolri Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Kali
KPK Tangkap Bupati Pekalongan dan Segel Sejumlah Ruangan di Pemkab
AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah, Iran Cari Bantuan Rudal ke Rusia dan China
Studi Ungkap Dua Pertiga Polusi Plastik di Udara Kota Berasal dari Keausan Ban