DPR Nilai Kehadiran Indonesia di Board of Peace Tetap Strategis Meski Ada Desakan Mundur

- Selasa, 03 Maret 2026 | 08:00 WIB
DPR Nilai Kehadiran Indonesia di Board of Peace Tetap Strategis Meski Ada Desakan Mundur

Duduk di dalam, menurutnya, jauh lebih menguntungkan daripada berdiri di luar. Posisi itu memungkinkan Indonesia terus berperan sebagai juru damai, menjaga konsistensi sikap, dan memperkuat kredibilitas politik luar negeri. Bukan cuma simbol belaka, melainkan sarana nyata agar suara bangsa ini didengar dalam upaya menghentikan agresi dan menegakkan hukum internasional.

“Komisi I DPR RI mendukung agar pemerintah terus aktif,” sambung Dave. Peran itu harus didorong lewat jalur bilateral maupun multilateral, termasuk di PBB dan OKI, dengan sikap konsisten menolak agresi dan menjunjung hukum internasional.

Latar belakang desakan MUI ini adalah serangan besar-besaran. Pada Sabtu (28/2), AS dan Israel menyerang wilayah Iran. Puluhan bom dijatuhkan, salah satunya menghantam kompleks kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran.

Keesokan harinya, Presiden AS Donald Trump membuat pengumuman mengejutkan. Melalui Social Truth, platform medianya, Trump menyatakan Khamenei tewas dalam serangan tersebut.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” kata Trump, seperti dilansir AFP pada Minggu (1/3/2026).

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar