Desakan Majelis Ulama Indonesia agar Indonesia mundur dari Board of Peace (BoP) ramai diperbincangkan. Ini muncul sebagai reaksi atas serangan Israel dan AS yang membombardir Iran beberapa waktu lalu. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Agung Laksono, menyatakan bahwa langkah MUI itu bisa dipahami sebagai bentuk keprihatinan.
“Kami memahami bahwa dorongan untuk mengevaluasi posisi Indonesia dalam forum internasional lahir dari rasa keprihatinan yang mendalam atas situasi yang terjadi,” ujar Dave kepada wartawan, Rabu lalu.
Ia menambahkan, “Empati terhadap penderitaan dan keresahan masyarakat dunia tentu dapat dimengerti. Soalnya, setiap tragedi kemanusiaan selalu menyentuh nurani bangsa ini.”
Namun begitu, Dave punya pandangan lain. Menurutnya, justru di saat seperti inilah kehadiran Indonesia di panggung internasional seperti BoP punya nilai strategis yang kuat. Bagaimanapun, Indonesia sejak awal berkomitmen ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, seperti termaktub dalam Pembukaan UUD 1945.
“Forum ini menjadi sarana penting,” katanya tegas. “Di sana kita bisa menyuarakan prinsip perdamaian lewat diplomasi, sekaligus menegaskan politik luar negeri bebas aktif. Kita tidak memihak, tapi aktif mendorong solusi damai.”
Artikel Terkait
Kapolri Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Kali
KPK Tangkap Bupati Pekalongan dan Segel Sejumlah Ruangan di Pemkab
AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah, Iran Cari Bantuan Rudal ke Rusia dan China
Studi Ungkap Dua Pertiga Polusi Plastik di Udara Kota Berasal dari Keausan Ban