Belum lagi beban lainnya. Ada beban usaha sebesar Rp6,62 triliun, lalu beban bunga dan keuangan lain-lain sekitar Rp1,04 triliun. Pajak yang harus ditanggung pun tak sedikit, mencapai Rp718,08 miliar.
Di sisi lain, tingginya realisasi penjualan ekspor dan harga CPO ternyata punya konsekuensi. SMAR harus merogoh kocek Rp2,68 triliun untuk membayar bea keluar dan berbagai pungutan pada tahun tersebut.
Tapi semua beban itu ternyata masih kalah dengan pendapatan yang masuk. Alhasil, laba bersih yang bisa diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp2,58 triliun. Ini luar biasa lonjakannya sampai 102,19% dari posisi Rp1,27 triliun di tahun sebelumnya.
Posisi keuangan per akhir 2025 pun terlihat kuat. Total aset perusahaan terkumpul Rp45,2 triliun. Di sisi liabilitas, angkanya Rp22,76 triliun, sementara ekuitasnya berada di level Rp22,43 triliun.
Artikel Terkait
Studi Ungkap Dua Pertiga Polusi Plastik di Udara Kota Berasal dari Keausan Ban
Ambulans Baru Diresmikan untuk Perkuat Layanan Darurat di Nagari Ampang Kuranji, Dharmasraya
KPK Hadiri Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas Terkait Kasus Kuota Haji
Pemerintah DKI Petakan Komoditas Strategis untuk Kendalikan Inflasi Pangan