Demikian pernyataan tegas Fahad Nazer, juru bicara kedutaan, yang disampaikan lewat platform media sosial X, seperti dikutip Al Arabiya awal Maret lalu.
Dia menambahkan penekanan yang tidak bisa dianggap remeh, “Tidak pernah dalam seluruh komunikasi kami dengan pemerintahan Trump, kami melobi Presiden untuk mengadopsi kebijakan yang berbeda.”
Jadi, klaim dan bantahan itu kini berhadap-hadapan. Di satu sisi ada laporan media investigatif, di sisi lain ada penyangkalan resmi yang lugas. Situasinya jadi seru untuk diikuti. Publik pun dibiarkan memilah mana informasi yang bisa dipercaya.
Artikel Terkait
Wall Street Bangkit dari Terjun Bebas Usai Serangan AS ke Iran, Sektor Teknologi dan Energi Jadi Penyelamat
Pizza Pentagon: Indikator Tak Resmi Persiapan Operasi Militer AS Kembali Dibicarakan
DPR Nilai Kehadiran Indonesia di Board of Peace Tetap Strategis Meski Ada Desakan Mundur
Real Madrid Tumbang dari Getafe, Puncak Klasemen Semakin Jauh dari Barcelona