Sekarang, sistemnya dirombak total. Penyaluran dilakukan langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan. Langkah ini diharapkan bisa memutus mata rantai keterlambatan yang sudah jadi masalah klasik.
"Tahun lalu, Presiden memberikan instruksi agar setiap bulan (insentif) itu langsung diberikan kepada gurunya, dan sudah berjalan,"
Demikian penegasan Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya, seperti dikutip dari akun media sosial @sekretariat.kabint.
Masa Transisi dan Komitmen Keberlanjutan
Di sisi lain, di tengah masa transisi ini, pemerintah memastikan tidak akan ada pengurangan program pendidikan. Justru sebaliknya. Program yang ada akan terus dilanjutkan, bahkan dengan skala dan detail yang lebih menyeluruh.
Fokusnya meliputi banyak hal: dari penguatan sarana sekolah, peningkatan kualitas siswa, tentu saja, hingga kesejahteraan para guru itu sendiri. Untuk memastikan semua ini berjalan efektif dan tepat sasaran, koordinasi kini dipusatkan di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kementerian Dikdasmen).
Harapannya jelas. Dengan langkah-langkah ini, semangat para pahlawan tanpa tanda jasa di garda terdepan pendidikan nasional bisa terus terjaga.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Pemerintah Tetapkan Masa Berkabung Nasional untuk Wapres Keenam Try Sutrisno
Masjid Istiqlal Siap Dipercantik dengan Teknologi dan Penataan Kawasan
Mantan Sekjen Kemendikbudristek Ungkap Pencopotan Jabatan Usai Wawancara dengan Nadiem
Iran Klaim Serang Pangkalan AS di Kuwait dan Kapal di Samudra Hindia