Pemerintah didesak untuk segera bertindak. Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Wachid, menyuarakan kekhawatirannya soal dampak penutupan ruang udara di Timur Tengah terhadap jemaah umrah Indonesia. Menurutnya, langkah mitigasi harus segera disiapkan agar perjalanan ibadah warga negara tidak terhambat.
“Kami di Komisi VIII DPR RI terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah, khususnya Kemenhaj, untuk memitigasi perkembangan situasi di Timur Tengah,” ujar politisi Gerindra dari Jawa Tengah itu, Senin (2/3/2026).
“Perhatian kuat kami saat ini tertuju pada jemaah yang menggunakan penerbangan transit, seperti di Doha, Qatar, maupun Dubai. Mereka inilah yang paling rentan terdampak jika terjadi penutupan ruang udara secara mendadak.”
Abdul Wachid menilai, jalur transit di Doha dan Dubai adalah titik krusial. Kalau eskalasi konflik berlanjut dan akses udara tiba-tiba ditutup, situasinya bisa runyam. Di sisi lain, Komisi VIII disebut terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memastikan keselamatan jemaah, baik yang sudah sampai di Arab Saudi maupun yang masih dalam perjalanan.
Artikel Terkait
Anak Temukan Orang Tua Tewas dan Terluka Diduga Korban Perampokan di Bekasi
Presiden Prabowo Panggil Menteri Bahas Dampak Ketegangan Timur Tengah pada Pasokan Minyak
Kemendikdasmen Cairkan Rp 411,4 Miliar untuk Revitalisasi 1.741 Sekolah Pascabencana di Sumatra
Satgas PRR Salurkan Bantuan Hidup Rp 236,5 Miliar untuk 175 Ribu Penyintas di Tiga Provinsi