Lalu, apa pemicu amarah HW sampai melakukan kekerasan? Dari penyelidikan, awal mulanya sepele. Saat itu, HW sedang membersihkan area tempat ibadah di rumahnya. Nah, di saat yang sama, korban S diduga melakukan tindakan iseng. Dia mengotori kembali area yang baru dibersihkan majikannya itu.
Hal sepele itu memicu miskomunikasi yang fatal. Ketegangan memanas dengan cepat. Dan situasi itu berubah menjadi aksi pemukulan yang kini jadi tontonan publik.
Meski begitu, ada hal lain yang perlu dicatat. Konon, kedua pihak baik korban S maupun pelaku HW sudah berdamai setelah kejadian tiga tahun silam itu. Mereka memilih jalan kekeluargaan.
Namun begitu, polisi tak serta merta menutup kasusnya. Penyidikan tetap dilanjutkan. Mereka juga memberikan pendampingan psikologis kepada korban, mengingat trauma dari peristiwa lama itu mungkin masih tersisa.
Jadi, meski video yang beredar adalah rekaman lama, respons hukum tetap berjalan. Polisi ingin memastikan semua aspek terungkap, sekaligus memberi perlindungan yang dibutuhkan korban.
Artikel Terkait
Palang Merah Iran Sebut 555 Warga Tewas dalam Serangan AS-Israel
Polri Prediksi 143,9 Juta Orang Bakal Mudik Lebaran 2026
Permendikdasmen Baru Perkuat Dana BOSP untuk Sekolah Terpencil, Perketat Akuntabilitas
Tol Rangkas-Cileles Gratis 15 Hari Dukung Mudik Lebaran 2026