"Banyak pembalap lain yang juga melebar di spot yang sama. Tapi cuma Marc yang harus menanggung konsekuensi kebocoran ban."
Piero Taramasso, bos dari pemasok ban Michelin, punya pandangan lain. Ia menyoroti karakter kerb Buriram yang memang agresif. Ditambah lagi, ban yang mereka sediakan untuk balapan itu punya kompon sangat lunak.
"Ban kami memang sengaja dibuat lunak untuk performa optimal. Tapi, ketika berhadapan dengan kerb yang padat dan temperatur sirkuit yang panas, risikonya jadi tinggi. Bukan cuma ban, seluruh rangkaian di bagian roda bisa terpengaruh," jelas Taramasso.
Insiden ini, meski terlihat sepele, berdampak besar. Peluang Ducati untuk terus menjejak podium pun ikut buyar. Padahal, sejak 2021, mereka selalu tampil kompetitif dan konsisten. Kini, satu sentuhan kecil dengan kerb telah mengubah segalanya untuk Marquez di Thailand.
Artikel Terkait
Gubernur Jatim Khofifah Minta Pengibaran Bendera Setengah Tiang untuk Wafatnya Try Sutrisno
Houthi Siap Serang Bab Al-Mandab dan Laut Merah atas Perintah Iran
Pemilik Lahan Ditahan sebagai Tersangka Kematian Gajah Sumatera di Tesso Nilo
Kapolri Perintahkan Densus 88 Tingkatkan Kewaspadaan Teror Jelang Mudik Lebaran