Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, secara resmi mengonfirmasi tren positif ini di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Bahan Baku Masih Jadi Penopang
Meski barang modal tumbuh pesat, kontributor terbesar struktur impor kita tetap sama: bahan baku atau penolong. Kelompok ini tumbuh 14,87% dengan nilai mencapai US$ 14,88 miliar. Porsinya memang masih sangat dominan.
Menurut Ateng, kenaikan di sektor inilah yang paling banyak memberi dampak pada angka pertumbuhan nasional.
Lalu bagaimana dengan barang konsumsi? Kategori ini juga tak ketinggalan, mencatat pertumbuhan dua digit sebesar 11,81% menjadi US$ 1,84 miliar.
Nah, melihat pergerakan serentak di semua lini ini, satu hal yang bisa ditangkap: ada geliat pemulihan permintaan. Baik dari kalangan industri yang butuh bahan baku dan mesin, maupun dari pasar konsumen dalam negeri. Setelah sempat terpuruk di Januari 2025, kini tampaknya ada secercah harapan.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Pemilik Lahan Ditahan sebagai Tersangka Kematian Gajah Sumatera di Tesso Nilo
Kapolri Perintahkan Densus 88 Tingkatkan Kewaspadaan Teror Jelang Mudik Lebaran
Polisi Buru Pria Palsukan Anggota Narkoba Polda Metro Jaya untuk Tipu dan Curi Motor di Kramat Jati
Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Sesaat Sebelum Sidang Skripsi, Motif Asmara