Jadi, apa alasan pengembaliannya? Faisal menyebut ini sebagai respons atas aspirasi masyarakat yang kian menguat belakangan. Gubernur Rudy Mas'ud konon mengapresiasi semua kritik dan saran yang masuk.
"Bapak Gubernur mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran yang disampaikan selama ini dan telah memerintahkan kepada KPA dan PPK untuk segera memproses pengembalian mobil baru tersebut," katanya menegaskan.
Sebelumnya, pengadaan mobil ini memang menimbulkan sorotan. Anggaran sebesar Rp 8.499.936.000 itu tercantum dalam APBD Perubahan 2025, dialokasikan Biro Umum Sekretariat Daerah Pemprov Kaltim untuk keperluan operasional pimpinan. Nilainya yang fantastis itulah yang kemudian memicu gelombang pertanyaan dari banyak kalangan.
Kini, dengan mobil tersebut dikembalikan, polemik itu tampaknya akan segera berakhir. Tindakan gubernur ini dianggap sebagai langkah mendengarkan suara rakyat.
Artikel Terkait
Menko AHY Tinjau Proyek Infrastruktur dan Rayakan Cap Go Meh di Singkawang
Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer dan Ubah Sistem Penyaluran Jadi Langsung Per Bulan
Ketua MPR Kenang Pesan Amendemen UUD 1945 dari Almarhum Try Sutrisno
Bravyson Vconk Tato Nama Anak Erika Carlina sebagai Pengingat Abadi