"Kecelakaan, pernah saya lihat itu tapi anehnya lebih galak yang salah, makanya saya pisahin aja biar jangan di tengah jalan ribut, sering juga saya bantu orang yang jatuh," ungkapnya.
Pendapat serupa datang dari Tuti (45), seorang pedagang di kawasan itu. Ia menilai pelanggaran memang kerap terjadi saat pagi hari, ketika jalur menuju Pulogadung macet total.
"Kalau pagi, kalau siangan sudah jarang, itu lawan arah juga kalau macet yang dari arah Bekasi ke Pulogadung," jelas Tuti.
Namun begitu, rupanya ada juga upaya penertiban. Hanya saja, menurut Tuti, para pengendara ini pintar bermain kucing-kucingan.
"Petugas kadang ada kok, tapi ya pas petugas dishub atau polisi enggak ada ya lawan arus lagi, kalau siang biasanya sedikit," jelasnya.
Aksi seperti ini jelas mengundang risiko besar. Di tengah padatnya kendaraan dan kehadiran truk besar, satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Sayangnya, demi menghemat waktu beberapa menit, nyawa justru dipertaruhkan.
Artikel Terkait
Sidang Tipikor Pertamina Memanas, Ahok dan Pengacara Debat Sengit
Menko AHY Tinjau Proyek Infrastruktur dan Rayakan Cap Go Meh di Singkawang
Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer dan Ubah Sistem Penyaluran Jadi Langsung Per Bulan
Ketua MPR Kenang Pesan Amendemen UUD 1945 dari Almarhum Try Sutrisno