Di lapangan, serangan itu memang terasa menghancurkan. Tak cuma menargetkan Khamenei yang telah memimpin selama 36 tahun, operasi ini juga membidik para pemimpin senior Iran lainnya. Menurut seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya, sejumlah pesawat pengebom siluman B-2 dikerahkan khusus untuk meluluhlantakkan gudang-gudang penyimpanan rudal balistik di bawah tanah Iran.
Menariknya, meski pesawat-pesawat itu terbang dari Pangkalan Udara Whiteman di Missouri, mereka tidak menggunakan bom GBU raksasa seberat 30.000 pon seperti dalam serangan tahun lalu. Rupanya, strateginya berbeda.
Hingga Minggu (1/3), CENTCOM mengumumkan angka yang fantastis: lebih dari 1.000 target di wilayah Iran telah dihajar. Di antaranya adalah markas besar Garda Revolusi Iran (IRGC), yang hancur total. Situasinya masih berkembang, dan tekanan terhadap Teheran tampaknya akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Artikel Terkait
Jenazah Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata Usai Prosesi Khidmat di Masjid Agung Sunda Kelapa
Penganiayaan ART di Sunter Terungkap, Dipicu Pelecehan Tempat Ibadah
Korea Utara Kecam Serangan AS-Israel ke Iran sebagai Agresi Ilegal
LPSK Bongkar Dugaan Kekerasan Kronis Ayah Kandung dalam Kasus Kematian Bocah Sukabumi