Kasus mengerikan di Kepulauan Riau, di mana seorang pria tega membunuh dan memutilasi istrinya, kembali mengetuk kesadaran kita. Tindakan ND (67) itu bukan sekadar berita kriminal biasa. Di baliknya, tersimpan persoalan sosial yang jauh lebih dalam dan sistemik. Singgih Januratmoko, Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar, dengan tegas menyoroti hal ini. Baginya, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sudah harus dilihat sebagai masalah bersama yang penanganannya tak bisa setengah hati.
"Rumah tangga itu kan seharusnya tempat paling aman," ujar Singgih kepada para wartawan, Senin (2/3/2026).
"Kalau di dalamnya justru terjadi kekerasan sampai hilang nyawa, negara mana boleh diam? Kita harus serius soal pencegahan, edukasi, dan yang paling utama: sistem perlindungan untuk korban."
Peristiwa tragis ini, dalam pandangannya, adalah alarm. Sebuah peringatan keras bahwa sistem pencegahan dan penanganan KDRT kita masih punya banyak kelemahan. Butuh langkah komprehensif, terintegrasi, dan menyeluruh dari pemerintah.
Pertama-tama, Singgih menekankan pentingnya fondasi yang kuat sejak awal. Edukasi pranikah dan program bimbingan perkawinan harus benar-benar ditingkatkan. Bukan sekadar formalitas.
"Ini perlu berbasis nilai agama, moral, plus kesehatan mental," katanya.
"Tujuannya jelas: agar pasangan punya kesiapan emosional dan tahu cara menyelesaikan konflik tanpa main tangan."
Artikel Terkait
Ledakan Petasan Rakitan di Ponoroga Tewaskan Satu Remaja
Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Rp8,49 Miliar Usai Dengar Aspirasi Publik
Israel Serang Beirut dan Target Hizbullah, Balas Serangan Rudal ke Wilayahnya
Ezra Walian Cetak 14 Kontribusi Gol, Performa Melonjak Pantik Peluang Kembali ke Timnas