Menariknya, proses turunnya Al-Quran itu tidak instan. Menurut penjelasan para ulama, ada dua tahap. Pertama, Al-Quran diturunkan secara utuh dari Lauh Mahfuz ke langit dunia. Peristiwa ini terjadi pada satu malam yang mulia, yaitu Lailatul Qadar.
Seperti dikisahkan Ibnu Abbas radhiyallahu'anhu,
Nah, tahap kedua adalah proses pewahyuan secara bertahap. Malaikat Jibril menyampaikan ayat-ayat itu kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sedikit demi sedikit, menyesuaikan dengan konteks dan peristiwa yang terjadi. Proses berangsur inilah yang kemudian kita kenang setiap 17 Ramadan, diawali dengan turunnya lima ayat pertama tadi.
Isinya begitu mendalam, mengajak manusia untuk membaca, belajar, dan menyadari asal-usul penciptaan. Bunyinya kira-kira begini:
Jadi, selain mengatur waktu ibadah harian, momen Ramadan juga mengajak kita untuk merenungi kembali sejarah turunnya pedoman hidup umat Islam ini. Semoga jadwal ini bermanfaat.
Artikel Terkait
Mudik NTB 2026: Diskon Tiket dan Tantangan Keselamatan di Jalur Darat-Laut
Manchester United Geser Aston Villa ke Posisi Tiga Usai Dramatis di Old Trafford
Mantan Wapres Try Sutrisno Wafat di RSPAD dalam Usia 90 Tahun
Anggota DPR Soroti Sistemik KDRT Usai Kasus Pembunuhan Istri di Kepulauan Riau