Dampaknya sungguh parah. Organisasi Bulan Sabit Merah Iran mencatat, korban jiwa mencapai lebih dari 200 orang, dengan hampir 750 lainnya terluka. Serangan dilaporkan menjangkau 24 dari 31 provinsi di negara tersebut.
Di sisi lain, sebuah laporan pilu muncul dari Iran selatan. Sebuah sekolah perempuan dikabarkan ikut menjadi korban. Pejabat setempat menyebut lebih dari 100 siswi tewas. Komando Pusat AS atau Centcom menyatakan mereka sedang menyelidiki kebenaran laporan tragis ini.
Sementara itu, dari kubu Israel, aksi mereka digambarkan sebagai yang terbesar dalam sejarah. Angkatan Udara Israel menerbangkan lebih dari 200 jet tempur dalam satu gelombang serangan. Targetnya adalah lokasi rudal dan pangkalan udara milik IRGC.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dengan tegas mengklaim keberhasilan. Mereka menyatakan telah menghantam sistem pertahanan di Iran bagian barat dan tengah. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 500 target diklaim telah disasar, termasuk peluncur rudal dan baterai pertahanan udara Iran.
Artikel Terkait
Anggota DPR Soroti Sistemik KDRT Usai Kasus Pembunuhan Istri di Kepulauan Riau
Inter Milan Kokoh di Puncak Klasemen, Jarak 10 Poin dari AC Milan
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Melanda Sejumlah Wilayah, Waspada Hujan Sedang di Yogyakarta dan Kupang
Gangguan Rel Bogor-Cilebut Hambat Ribuan Komuter di Puncak Jam Sibuk