Iran Hadapi Masa Transisi Krusial Pasca-Wafatnya Pemimpin Tertinggi Khamenei

- Senin, 02 Maret 2026 | 03:40 WIB
Iran Hadapi Masa Transisi Krusial Pasca-Wafatnya Pemimpin Tertinggi Khamenei

Soalnya, ancaman dari luar masih menggantung. Presiden AS Donald Trump sudah bersumpah bakal melanjutkan serangan. Mengadakan pertemuan besar dalam kondisi seperti ini jelas punya risikonya sendiri.

Di sisi lain, proses seleksinya sendiri tidak sederhana. Konstitusi menetapkan syarat ketat: calon harus ulama laki-laki, punya kompetensi politik, berwibawa, dan tentu saja loyal mati-matian pada Republik Islam. Aturan-aturan ini bisa saja ditafsirkan secara elastis oleh majelis. Misalnya, untuk menyingkirkan ulama reformis yang dianggap terlalu terbuka pada dunia luar atau mendukung kebebasan sosial.

Jadi, siapa saja nama yang kemungkinan muncul? Itulah yang sekarang jadi bahan perdebatan paling panas di kalangan elite Iran. Peralihan kekuasaan ini akan menentukan arah negara untuk dekade-dekade mendatang.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar