Kabupaten Grobogan diguncang kejadian luar biasa. Lebih dari 800 orang, tepatnya 803, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis atau MBG. Suasana pun berubah riuh menjadi panik.
Dari pantauan di lokasi, korban yang masih merasakan gejala berat terus diangkut ke rumah sakit. Hingga saat ini, tercatat 54 orang masih harus menjalani perawatan intensif.
Menurut Sekretaris Tim Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah, Hanung Triyono, dugaan awal penyebabnya mengerucut pada satu menu.
“Dugaan sementara sumber keracunan pada menu ayam,” jelas Hanung, Selasa lalu.
Padahal, menu yang disajikan hari itu terlihat lengkap dan biasa saja: nasi kuning, tempe orek, telur dadar, plus abon. Tapi rupanya, ada yang salah dengan olahan ayamnya. Penyedia makanannya berasal dari SPPG Grobogan Gubug Kwaron 1, yang biasa melayani hampir tiga ribu penerima manfaat.
Namun begitu, operasi mereka sekarang dihentikan sementara. Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian. “SPPG yang terjadi KLB telah diberhentikan operasional sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan,” tegas Hanung.
Pihak berwenang langsung bergerak cepat. Inspeksi mendadak sudah dilakukan oleh tim gabungan, melibatkan Badan Gizi Nasional hingga koordinator wilayah. Mereka memeriksa setiap prosedur dan kebersihan di tempat kejadian.
Soal biaya pengobatan, Hanung meyakinkan bahwa semua akan ditanggung oleh BGN. Kabar yang sedikit meringankan bagi keluarga korban di tengah situasi yang serba tidak menentu ini.
Artikel Terkait
MPR dan PPI Kaltim Gelar Lomba Baris-Berbaris untuk Tanamkan Nilai Kebangsaan di Tengah Era Digital
Pekerja Stadion SoFi Resmi Sahkan Opsi Mogok Kerja Jelang Piala Dunia 2026
Pria di Mamuju Tengah Bacok Istri dan Anak Pakai Parang, Polisi Duga Pelaku Alami Gangguan Jiwa
Warga Depok Heboh Temuan Diduga Mayat Bayi di Bawah Flyover, Ternyata Bangkai Kucing