Lazio berusaha membalas sebelum turun minum. Tekanan mereka ada, tapi kurang tajam. Hingga peluit istirahat berbunyi, keunggulan tipis Torino bertahan.
Memasuki babak kedua, situasi tak berubah. Malah, Torino semakin percaya diri. Di menit ke-53, umpan silang indah Rafael Obrador dari sisi sayap menemui kepala Duvan Zapata di kotak penalti. Sundulannya kuat, tak bisa dibendung. Skor berubah menjadi 2-0 untuk keunggulan mutlak tuan rumah.
Terpojok dua gol, Lazio baru tampak bangkit. Mereka menciptakan beberapa peluang berbahaya. Fisayo Dele-Bashiru sempat melepaskan tembakan, tapi masih bisa dihalau barisan belakang Torino yang kompak.
Kesempatan emas lain datang dari sepak pojok. Sundulan keras Alessio Romagnoli mengarah ke sudut gawang, namun kiper Alberto Paleari dengan sigap menepisnya. Itulah momen terbaik Lazio, sayang tak termanfaatkan.
Sisa waktu pertandingan dihabiskan Lazio dengan menyerang, tapi tanpa hasil. Pertahanan Torino berdiri kokoh. Peluit panjang akhirnya menegaskan kemenangan 2-0 untuk Torino, sekaligus menutup pekan dengan kekecewaan bagi para pendukung Lazio.
Artikel Terkait
Timnas Hockey Indonesia Bidik Final Kualifikasi Asian Games 2026 di Oman
DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Lindungi WNI dan Perkuat Diplomasi di Tengah Eskalasi Timur Tengah
Persis Solo Tekuk Persik Kediri 2-1, Peluang Bertahan di Liga 1 Masih Terbuka
Iran Sambut Positif Niat Prabowo Jadi Mediator di Timur Tengah