“Laga ini penuh ketegangan. Sepanjang musim penampilan kami memang naik turun, baik dari pemain asing maupun lokal. Itu menjadi pekerjaan rumah kami,” ujar Yolla dengan nada kecewa.
Padahal, secara statistik Livin Mandiri bukan tanpa senjata. Weronika Szlagowska masih bisa mengoleksi 22 poin, didukung Ana Bjelica dengan 15 poin. Namun, inkonsistensi di momen-momen genting akhirnya menjadi bumerang. Mereka gagal mempertahankan peluang di laga yang benar-benar menentukan nasib itu.
Dengan hasil ini, Electric mengunci posisi ketiga di klasemen akhir reguler. Mereka mengumpulkan tujuh kemenangan dan 21 poin. Posisi itu membuat mereka menyusul tiga tim yang lebih dulu lolos: Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, Jakarta Pertamina Enduro, dan Jakarta Popsivo Polwan.
Sementara Livin Mandiri terpaku di peringkat kelima dengan 18 poin. Kekalahan ini sekaligus melanjutkan catatan kurang bagus mereka: belum pernah sekalipun menembus final four sejak bergabung di Proliga pada 2024.
Babak final four sendiri rencananya digelar 3-5 April mendatang, berpindah-pindah lokasi di Surabaya, Semarang, dan Solo. Perjalanan kompetisi makin seru.
Sebagai catatan, Popsivo Polwan menutup putaran kedua dengan sangat impresif. Mereka meraih lima kemenangan dari enam laga, mengumpulkan 14 poin, dan berhak atas uang pembinaan Rp30 juta sebagai tim terbaik putaran itu. Mereka jelas jadi lawan yang berat di semifinal nanti.
Artikel Terkait
Kematian Khamenei Picu Perebutan Suksesi di Iran, Majelis Pakar Berhadapan dengan Ancaman dan Intrik
Iran Hadapi Vakum Kekuasaan Pasca-Kematian Khamenei, Majelis Pakar Cari Penerus
Persis Solo Raih Kemenangan Dramatis 2-1 atas Persik Meski Bermain 10 Pemain
Iran Hadapi Masa Transisi Pasca-Kematian Khamenei, Majelis Pakar Cari Penerus