Peristiwa yang memicu duka ini berawal dari sebuah operasi militer besar-besaran. Israel dan Amerika Serikat memulainya pada Sabtu, 28 Februari. Sasaran mereka luas: fasilitas komando Garda Revolusi, lokasi peluncuran rudal dan drone, hingga pangkalan udara dan sistem pertahanan.
Dampaknya sungguh mengerikan. Laporan awal dari Bulan Sabit Merah Iran menyebut lebih dari 200 orang tewas. Hampir 750 lainnya luka-luka. Serangan itu begitu masif, hingga menghantam 24 dari 31 provinsi di negara tersebut.
Ada satu laporan yang masih diselidiki oleh Centcom AS, dan membuat dunia internasional bergidik: sebuah sekolah perempuan di Iran selatan konon juga terkena serangan. Pejabat setempat menyebut insiden itu merenggut nyawa lebih dari 100 siswi. Detailnya masih simpang siur.
Di sisi lain, Angkatan Udara Israel mengklaim telah melancarkan serangan udara terbesar dalam sejarah mereka. Lebih dari 200 jet dikerahkan untuk menghantam pangkalan rudal Iran dan markas IRGC. IDF menyatakan telah menyerang lebih dari 500 target, melumpuhkan sistem pertahanan di Iran bagian barat dan tengah.
Dari serangan gabungan yang dahsyat itulah, sejumlah petinggi Iran dilaporkan tewas. Dan nama yang paling menonjol di antara korban itu adalah Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sebuah akhir yang dramatis, yang kini mengubah peta politik Timur Tengah untuk selamanya.
Artikel Terkait
Drama Kolosal Pursuit of Jade Tayang Perdana 6 Maret 2026
AS Hancurkan Markas Besar Garda Revolusi Iran, Tepercik Serangan Balasan
Arsenal Kokoh di Puncak Usai Kalahkan Chelsea 2-1
Jadwal Imsak Jakarta 2 Maret 2026 Pukul 04.33, Subuh 04.43