Dia melanjutkan, dalam suasana Ramadhan ini, kerja keras mereka dimaknai lebih sebagai ladang ibadah. Sebuah wujud kepedulian nyata kepada sesama.
Menurut Safrizal, usia 107 tahun itu bukan cuma angka belaka. Itu adalah refleksi dari perjalanan panjang sebuah institusi yang telah begitu lekat dengan bangsa. Dan perannya kini makin kompleks. Bukan cuma soal kebakaran. Tapi juga evakuasi, bantuan bencana, bahkan sampai menangani hewan-hewan yang membahayakan warga. Dinamika perkotaan yang terus berubah menuntut kesiapan ekstra.
Maka, agenda ke depan jelas: penguatan SDM, modernisasi alat, dan koordinasi yang lebih solid antar sektor. Safrizal juga mendorong pemerintah daerah untuk tak pelit memberi dukungan, baik anggaran maupun sarana prasarana, untuk unit damkar di wilayahnya.
Pada akhirnya, momen ulang tahun kali ini diharapkan jadi bahan refleksi sekaligus penyemangat. Agar kualitas pelayanan terus naik, tetap sejalan dengan semangat awal: mengabdi demi keselamatan negeri.
Artikel Terkait
Torino Hajar Lazio 2-0, Bernapas Lega dari Ancaman Degradasi
Residivis Curanmor Dibekuk Usai Modifikasi Truk Curian di Tangerang
Iran Klaim Tembak Jatuh 10 Drone, Ancam AS-Israel dengan Balasan Sekuat Mungkin
Pendaftaran Mudik Gratis Pertamina 2026 Dibuka 3 Maret