Namun begitu, dr. Tirta punya pilihan pribadi. Ia mengungkap keistimewaan air hangat, terutama untuk pencernaan yang 'tidur' seharian.
"Saat kita berpuasa itu kan tidak ada satupun makanan ataupun minuman yang masuk melalui kerongkongan. Nah, ketika kita minum air hangat, itu akan membuat sensasi comfort, nyaman di kerongkongan," katanya.
Lebih dari sekadar rasa nyaman, air hangat disebutkan bisa memicu pelebaran pembuluh darah di area kerongkongan, sehingga tubuh lebih rileks. Bahkan, suhu hangat bisa membantu membasmi kuman.
Tapi ingat, kata kuncinya adalah "hangat", bukan "panas".
"Kalau air panas itu bukan hanya mikroorganisme, cangkammu (mulutmu) juga melepuh. Jadi air hangat saja, mau teh hangat boleh, air mineral hangat juga boleh," tuturnya.
Lalu, bagaimana cara buka puasa yang ideal? Dr. Tirta membagikan resep simpel. Tidak perlu ribet.
Cukup sediakan air mineral suhu ruang atau hangat. "Jadi ketika ada berbuka, minum satu gelas 330 ml ditambah dengan kurma itu cukup menurut saya, tiga butir," pungkasnya.
Jadi, silakan pilih sesuai selera. Yang penting, jangan kebanyakan. Biar perut nyaman, ibadah pun lancar.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan