Di sisi lain, Puji juga meminta para PPIU untuk proaktif. Komunikasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi, seperti KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh, harus dijaga dengan baik. Upaya koordinasi dengan berbagai instansi, baik di dalam maupun luar negeri, diklaim terus dilakukan. Tujuannya satu: memastikan keamanan jemaah jadi prioritas utama.
"Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama," tegas Puji.
Memang, situasi konflik ini sudah berimbas pada sektor penerbangan. Beberapa maskapai dilaporkan mengubah rute atau menunda jadwal penerbangan ke dan dari Arab Saudi. Hal ini tentu saja berpengaruh pada jadwal perjalanan pulang-pergi jemaah umrah kita.
Pemicu ketegangan ini adalah serangan rudal yang dilancarkan Israel dan AS ke sejumlah lokasi di Iran sejak kemarin. Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menembakkan rudal balasan ke Israel.
Tak hanya itu, negara-negara Arab yang dianggap menampung pasukan AS, seperti Qatar, UEA, Bahrain, dan Kuwait, juga menjadi sasaran tembakan rudal dari Iran. Situasi yang kompleks dan berkembang cepat ini yang kini jadi perhatian semua pihak.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan